TEASER HOME

PRESS RELEASE

     

Film Layar Lebar “Di Atas Kanvas Cinta”
karya Damien Dematra

Sebuah Pergulatan antara Cinta dan Ironi

Damien Dematra pada acara premiere
film "Di Atas Kanvas Cinta"
TIM , Agustus 2009

Damien Dematra pada acara premiere
film "Di Atas Kanvas Cinta"
TIM , Agustus 2009

Damien Dematra

klik pada foto untuk memperbesar ukuran

Jakarta, Agustus 2009

Sebuah kisah cinta antara seorang pelukis senior, yang berjuang menemukan kembali inspirasi hidupnya dengan seorang gadis cantik modern—cinta mereka melintasi batas agama, strata sosial, usia, dan tingkat intelektualitas; merupakan sebuah penentangan terhadap keterikatan paradigma masyarakat, di mana cinta, pada hakekatnya, tetaplah cinta yang memberi nyawa pada kreasi anak manusia dengan membiarkannya menjadi esensi dirinya sendiri.

Jangan berterima kasih padaku...
Berterima kasihlah pada cinta...
yang telah memberiku keyakinan...
bahwa cinta itu tidak memerlukan alasan...
Cinta itu tanpa batasan...
Dan walau terdengar bagai kiasan...
Aku melukisnya dalam perbuatan.


Pada akhirnya, kekuatan cinta memberikan keberanian untuk mengalah, namun sekaligus juga mempermainkan pelakunya dalam sebuah ironi, seperti yang dikatakan dalam salah satu dialog: “... tidak ada kenikmatan yang bisa diperoleh dari kehidupan ini, kalau segalanya hanya ada satu sisi...”

Syahnagra , seorang pelukis senior, merasakan titik kulminasi dalam menghasilkan karya. Ia memasang iklan di koran dan akhirnya memilih Keke untuk menjadi model, sekaligus menemaninya selama satu bulan.

Sedikit kesamaan namun banyak keterikatan. Keke, yang sedang berada di akhir perjalanan cinta dengan Christian, seorang pemuda gagah, tanpa disadarinya, jatuh cinta pada sang pelukis. Di tengah kebersamaan mereka, Syahnagra merasakan sesuatu yang mencurigakan—Keke sangat mirip dengan mantan kekasih yang hampir dinikahinya dulu namun menghilang. Kecurigaannya membuatnya menyewa seorang detektif untuk menyelidiki asal usul sang model.

Sisi gelap cinta Syahnagra, sebuah rasa kuat ingin memiliki gadis itu, menyeruak ke permukaan. Syahnagra bergelut dengan perasaannya sendiri dan akhirnya memuntahkan fakta-fakta yang diketahuinya pada Keke, mendorong gadis itu ke sudut tembok konflik batin, sampai akhirnya timbunan gelap kehidupan mereka tergali dan, melemparkan pisau ironi, tepat pada ulu hati mereka masing-masing.

Kisah ini digelontorkan dalam sebuah film layar lebar berdurasi 80 menit dan telah ditayangkan di Taman Ismail Marzuki, di Studio 1, TIM 21, dan akan diakhiri ke Festival-Festival Film Internasional.

Semua pemain utama dalam film ini menggunakan nama asli mereka, karena, sekalipun terbaur dengan fiksi, kehidupan nyata mereka bersinggungan dengan karakter yang mereka perankan. Syahnagra, seorang pelukis internasional, dan Keke Ansory, finalis Putri Indonesia Jawa Barat 2008.

“Di Atas Kanvas Cinta” diproduksi oleh Birde Production, yang juga telah memproduksi dua puluh tiga film lainnya dalam tahap post-production. Semua digarap oleh sutradara Damien Dematra.

“Di Atas Kanvas Cinta” merupakan film yang bernafaskan spontanitas – sebuah ciri khas Damien Dematra, dan disajikan dalam nuansa estetik-artistik dalam alur penyampaian jurnalistik modern. Diawali dengan shooting tanpa skrip, ketika pelukis Syahnagra sedang pameran di Taman Ismail Marzuki awal 2009, sutradara memberikan kebebasan berekspresi dan berimajinasi kepada semua pemeran. Keputusan ini akhirnya berujung pada beberapa scene teatrikal, yang mengambil lokasi di Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, dengan memanfaatkan berbagai ruang komunitas seni, obyek wisata. Film ini dirampungkan dalam tempo relatif singkat, empat setengah hari.

Beberapa tamu undangan yang menyaksikan premier DAKC tanggal 6 Agustus lalu pun memberi pendapat: “Film ini dibuat oleh orang yang benar-benar mengerti arti cinta,” kata Sandy Nayoan, aktor; “Fenomenal dan berani,” kata Endang Moerdopo, penulis; “Film ini unik dan sangat layak ditonton... Pesan khusus dalam makna cinta dapat terlukiskan indah di dalamnya...,” menurut Lena, penggemar film; “Sebuah karya surealis kontemporer,” Andrew, seorang sutradara muda berpendapat; “Sebuah film yang penuh dengan cinta,” komentar Nasir Abbas, mantan pemimpin Jemaah Islamiyah.
 


Tentang Damien Dematra

Damien Dematra adalah seorang sutradara, fotografer internasional, pelukis, dan penulis. Sebagai sutradara, ia telah memproduksi film layar lebar “Di Atas Kanvas Cinta”; dua puluh tiga film garapannya yang lain tengah dalam tahap post-production. Sebagai fotografer, berbagai puluhan penghargaan internasional telah diraihnya, di antaranya International Master Photographer of the Year. Damien telah menghasilkan 365 karya lukis, dan 32 buah novel--lima di antaranya telah diterbitkan di Indonesia: Soulmate-Belahan Jiwa, Angels of Death-Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If Only I Could Heart-Kisah Suara Hati, dan dua buah novel dengan nama pena lain: Katyana (Tarian Maut) dan Mark Andrew (Ku Tak Dapat Jalan Sendiri). Saat ini, Damien Dematra tengah menggarap dua buah film layar lebar: Ahmad Syafii Maarif – Si Anak Kampoeng: Sebuah Trilogi, dan Demi Allah, Aku Jadi Teroris!


Contact Person:

Damien Dematra
Handphone: 0812-8901-8977
e-mail: damiendematra@gmail.com
FB: Damien Dematra
www.damiendematra.com

GGo to Press Release 1